Gunungsitoli-Lugasperkara.Com
Jumat ,23 Oktober 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli terus mendorong penguatan sektor pertanian guna meningkatkan produksi pangan lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.Komitmen ini disampaikan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., saat berdialog dengan para petani di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Jumat (23/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan ini dihadiri Kepala Dinas Darmawan Zagoto, S.P., bersama jajaran perangkat daerah dan penyuluh pertanian. Pertemuan tersebut diikuti oleh petani dari berbagai wilayah dengan beragam komoditas unggulan, seperti jagung, kelapa, cabai, padi, pisang, karet, dan produk pertanian lainnya.
​Dalam arahannya, Wali Kota menyoroti masih tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan kebutuhan pokok dari luar wilayah. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan sekaligus momentum untuk mengoptimalkan potensi sumber daya pertanian lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

​”Kami mengajak para petani untuk mengelola usaha tani secara serius, konsisten, serta berorientasi pada peningkatan produksi dan produktivitas,” ujar Wali Kota. Ia menambahkan, sasaran utama dari upaya ini tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan daerah melalui optimalisasi hasil produksi sendiri.

​Kendala Alat dan Pemasaran Jadi Sorotan
​Dalam sesi dialog interaktif, para petani menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, di antaranya keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta kesulitan dalam mencari penampung hasil panen (pasar). Petani berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata berupa dukungan sarana produksi yang memadai serta jaminan akses pemasaran agar hasil usaha tani mendatangkan manfaat ekonomi yang optimal.

​Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa peningkatan produksi harus selalu diiringi dengan penyediaan sarana yang memadai dan perluasan akses pasar. Pengembangan sektor pertanian ini memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani itu sendiri.
​Optimalisasi potensi wilayah juga harus disesuaikan dengan kesesuaian lahan, kebutuhan pasar, jenis komoditas, serta kemampuan produksi. Masukan dari para petani ini akan dijadikan bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan arah pembinaan ke depan.

​Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani
​Melalui dialog ini, Pemkot Gunungsitoli berharap terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama untuk memajukan pertanian lokal. Peningkatan produktivitas yang ditopang oleh fasilitas memadai dan sistem pemasaran yang baik diyakini tidak hanya memperkuat kemandirian pangan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.
​Langkah strategis ini sejalan dengan visi “Gunungsitoli Hebat”, yakni mengoptimalkan potensi daerah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan sektor pertanian yang semakin produktif dan berdaya saing, Kota Gunungsitoli optimis dapat melepaskan diri secara bertahap dari ketergantungan pasokan luar sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.(Happy A.Zalukhu)