Jakarta — Lugasperkara.com
Satuan Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri berhasil menangkap 11 tersangka tindak pidana terorisme dalam operasi serentak yang digelar di enam provinsi pada Minggu (4/10/2026). Penyidikan turut mengungkap dugaan adanya kegiatan pelatihan militer yang mencakup latihan fisik hingga menembak yang dilakukan sebagian kelompok.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa penindakan hukum dilakukan terhadap 12 sasaran secara bersamaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah diamankan, sementara penindakan terhadap satu orang lainnya masih berjalan.

“Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah serta jaringan terorisme lainnya,” tegas Mayndra di Jakarta.

Para tersangka yang berhasil diamankan berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Rangkaian penyidikan yang dilakukan pasca-penangkapan mengungkap dugaan adanya kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh sebagian tersangka. Kegiatan tersebut mencakup latihan fisik, latihan menembak, serta pembekalan lain yang berkaitan langsung dengan aktivitas militansi kelompok teror.

“Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka — dari latihan fisik, menembak, hingga kegiatan pelatihan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme,” ungkap Mayndra.

Setelah melakukan penangkapan, tim penyidik menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur hukum yang berlaku, meliputi penggeledahan, penyitaan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi-saksi. Seluruh proses dilaksanakan ketat mengikuti Standar Operasional Prosedur yang berlaku.

Hingga saat ini, penyidikan terhadap 11 tersangka masih berlangsung. Penyidik terus mendalami keterkaitan masing-masing individu dengan jaringan maupun kelompok lain, serta menelusuri lebih lanjut barang bukti yang berhasil diamankan guna mengungkap keseluruhan struktur dan jejaring yang terlibat.(Tim/red).